Kampung Bunga Raya

farid bungaraya

P R O F I L   K A M P U N G

 2.1. KONDISI KAMPUNG

 2.1.1. SejarahKampung

 Kampung Bungaraya merupakan Kampung Eks Transmigrasi yang di datangkan dari jawa seperti Cilacap, Indramayu, Madiun dan daerah lain yang jumlahnya lebih sedikit. Berkisar tahun 1980-1982 dipimpin KUPT Sunar BA kemudian pada tahun 1982 diganti oleh Wahman.

Melalui proses panjang Dusun Endang Darma, Dusun Sido Mulyo dan Dusun Tani Jaya dari semak belukar dan hutan belantara menjelma menjadi sebuah Kampung dan lahan sawah yang terbentang, semua itu tidak terlepas dari kerja keras masyarakat dan Pembina pemerintah dalam pengembangan daerah baru. Terbukti untuk memudahkan para petani 1984 dibentuk kelompok tani dilanjutkan dengan penggalian parit sekunder dan primer pada tahun 1985 pembinaan melalui program BIMAS dan INMAS. Dan kalah pentingnya pemerintah melalui Bank Dunia tahun 1995 membina dan membantu petani melalui program ISDP dan TDU.

Reformasi melahirkan Otonomi Daerah membawa angin segar sampai seluruh penjuru tanah air termasuk ke Dusun Endang Darma, Dusun Sido Mulyo dan Dusun Tani Jaya merupakan bagian Kampung Bungaraya. Pada tahun 2000 DPRD Kab. Siak mengesahkan untuk Kampung pemekaran yaitu Kampung Langsat Permai, Bungaraya, Buantan Lestari dan Tuah Indrapura. Kampung Bungaraya kedepan. Tahun 2001 kampung Bungaraya mendapat mendapat bantuan K-2i untuk ternak bebek namun hasil tidak memuaskan. Di tahun 2002 melalui musyawarah akhirnya bantuan ke 2 k-2i ternak/budidaya ikan.

Pada bulan oktober tahun 2015 kampung Bungaraya melaksanakan pesta Demokrasi kelima dengan diikuti enam calon penghulu kampung yaitu : Sutiadi, Syafruddin S.Ag, Kudus, Darso, Yanti dan Hartono. Terpilih menjadi Penghulu Kampung Syafruddin S.Ag yang dibantu Rustam sebagai Kerani dan H. Izuddin Bashirah SH sebagai Ketua Bapekam, merupakan nilai plus dari kepemimpinan Farid Indra Wahyudi dengan masuknya Bungaraya menjadi dari salah satu dari Empat Kampung yang terpilih di kab. Siak yang mendapat bantuan perdana usaha ekonomi Kampung simpan pinjam ( UED-SP ) sebesar Rp. 500.000.000,- di tahun 2005.

Untuk menghindari dan menyelesaikan konflik sengketa lahan di perbatasan Kampung, maka pada tahun 2006 dilaksanakan penggalian tapal batas dengan daya swadaya. Pada tahun 2015 ke tujuh dengan diikuti empat calon penghulu kampong yaitu : Dul Kodir, Tupon, Farid Indra Wahyudi dan Tardi. Terpilih menjadi Penghulu Kampung  Farid Indra Wahyudi.

Sebagai Penghulu Kampung baru dibantu staf dan kelembagaan yang ada terus berbenah menjadi kampong Bungaraya menjadi kampong yang tertib administrasi.

bunga raya

TABEL 1

SEJARAH PERKEMBANGAN KAMPUNG

TAHUN KEJADIAN YANG BAIK KEJADIAN YANG BURUK
1980 Kedatangan masyarakat dari jawa ( Transmigrasi )  
1981 KUPT Pimpinan Sunar BA  
1982 Pergantian KUPT dari Sunar BA Kepada Wahwan  
1984 Pembentukan Kelompok Tani sebanyak empat kelompok  
1985 Penggalian tersier dan sekunder Terjadinya banjir
1986 Mendapat bantuan BIMAS dan INMAS  
1995 Mendapat bantuan Bank Dunia ( ISDP dan TDU )  
1999 Pengajuan Pemekaran Kecamatan Bungaraya  
2000 Penunjuk PJS camat Bungaraya  
2001 Pengesahan/Pengangkatan Camat Bungaraya  
2002 Pembangunan Masjid Al-Muhajirin Bungaraya  
2003 Masuknya PLN  
2005 Bantuan UED SP, Rp. 500.000.000,-  
2006 Penggaian tapal batas Kampung Bungaraya dengan Kampung Kemuning Muda  
2007 Pembentukan Gapoktan Kampung Bungaraya  
2008 Pembentukan dan pengangkatan guru pendidikan usia dini ( PAUD )  
2008 Mendapat bantuan pupuk  
2008 PembentukanTim penempatan dan penegasan Batas Kampung  
2009 Berdirinya pasar Bungaraya  
2009 Mendapat bantuan penggilingan kompos  
2010 Adanya pembentukan KK masal dan KTP  

 

Demografi

Kampung Bungaraya merupakan salah satu Kampung dari Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak di Propinsi Riau dengan Luas wilayah 9000 Km². Kampung Bungaraya terletak di dalam wilayah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Propinsi Riau yang berbatasan dengan :

Sebalah Utara berbatasan dengan Kampung Dayang Suri

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kampung Jayapura

Sebelah Timur berbatasan dengan Sungai Siak

Sebelah Barat berbatasan dengan Kampung Kemuning Muda

Dimana Kampung Bungaraya 80% berupa daratan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, 10 % perumahan 10 % lahan tidur.

Iklim Kampung Bungaraya sebagai mana Kampung-Kampung di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam pada pertanian yang ada di Kampung Bungaraya Kecamatan Bungaraya.

Penduduk Kampung Bungaraya didominasi oleh penduduk transmigrasi yang bersuku jawa, sehingga kearifan local yang lain sudah dilakukan oleh masyarakat sejak adanya Kampung Bungaraya.

 Kampung Bungaraya mempunyai penduduk 4.393 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 2.631 jiwa perempuan 1.617 jiwa dan 1.221KK, yang terbagi dalam 3 ( Tiga ) Wilayah Dusun dengan rincian sebagai berikut :

TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK 

KETERANGAN DUSUN ENDANG DARMA DUSUN SIDO MULYO DUSUN TANI JAYA
Jiwa 1982 1045 1366
KK 594 256 371

Tingkat Pendidikan Masyarakat Kampung Bungaraya sebagai berikut :

AKADEMI Pra Sekolah SD SLTP SLTA SARJANA
55 608 452 595 441 102

Karena Kampung Bungaraya merupakan Kampung Pertanian, maka sebagaian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani, selengkapnya sebagai berikut ;

Petani Peternak Pedagang Usaha Kecil PNS Buruh
1333 977 180 21 26 38

Penggunaan tanah di Kampung Bungaraya sebagian besar diperuntukan untuk tanah pertanian sawah, perkebunan karet dan perkebunan sawit sedangkan sisanya untuk tanah kering yang merupakan pembangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh penduduk Kampung Bungaraya kecamatan Bunga Raya adalah sebagai berikut :

TABEL 5

KEPEMILIKAN TERNAK 

AYAM/ITIK KAMBING SAPI KERBAU LAIN-LAIN
121 40 22

TABEL 6

SARANA DAN PRASARANA KAMPUNG 

NO SARANA/PRASARANA JUMLAH VOLUME KETERANGAN
1 Kantor Kampung 1 Unit Dsn Endang Darma
2 SDN 2 Unit Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
3 Masjid 3 Unit Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
4 MDA 3 Unit Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
5 Mushola 18 Unit Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
6 PUSTU 1 Unit Dsn Endang Darma
7 Posyandu 3 Unit Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
8 Balai Dusun 1 Unit

 

Dusun Tanijaya
9 Lapangan Bola 1 Buah Dsn Endang Darma
10 Pasar Kampung Dsn Endang Darma
11 Lumbung Pangan 2 Unit Dsn E.Darma dan Tani Jaya
12 Makam 3925 M2 Dsn Endang Darma
13 Saung Meeting 1 Unit

 

Dusun Tanijaya
14 Kilang Padi 3 Unit

 

Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
15 Lantai Jemur 9 Buah Dsn E.Darma dan Tani Jaya
16 Sawah 480 Ha Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
17 Perkebunan 400 Ha Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
18 Skunder 11.200 M Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
19 Primer 4000 M Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
20 Jalan Poros 4000 M Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
21 Jalan Gang Poros 4000 M Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
22 Jalan Gang 5000 M Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
23 Jalan Usaha Tani 15000 M Dsn E.Darma,Sido Mulyo& T, Jaya
24 Rumah 1.100 Unit Kampung
25 Pintu Air 145 Unit Kampung
26 Tambak Limpas 6 Unit Kampung
27 Gorong Gorong 31 Unit Kampung
28 Sungai Raya 3000 M Kampung
29 Jembatan Beton 10 Unit Kampung
30 Jembatan Kayu 2 Unit Kampung
31 Sumur 500 Buah Kampung
32 MCK 4 Unit Kampung
33 Traktor 24 Unit Kampung
34 Perontok Padi 23 Unit Kampung
35 Mesin Kompos 2 Unit Dsn Endang Darma
36 Rumah Dinas Sekolah 25 Unit Dsn Endang Darma
37 Motor Dinas Kampung 2 Unit Kampung
38 Alat Prasarana ( Pesta ) 2 Unit Kampung
39 Taman Kanak- Kanak 3 Unit Kampung

Keadaan Sosial

Penduduk didominasi oleh penduduk asli yang bersuku Jawa. Sehingga kearifan lokal yang lain sudah dilakukan oleh masyarakat sejak adanya Kampung Bungaraya.

Kampung Bungaraya mempunyai jumlah penduduk 4.393 jiwa, yang terdiri dari laki – laki :  2.631 jiwa, perempuan :  1.617 jiwa, dan 1.221 KK, yang terbagi dalam 3 wilayah dusun, dengan rincian sebagai berikut :

TABEL  1

JUMLAH PENDUDUK

Keterangan Dusun Endang Darma Dusun Sidomulyo Dusun Tanijaya
Jiwa 1982 1045 1366
KK 594 256 371

Tingakat pendidikan masyarakat Kampung Bungaraya sebagai berikut :

TABEL 2

TINGKAT PENDIDIKAN

AKADEMI Pra Sekolah SD SLTP SLTA
55 608 452 595 441

Karena Kampung Bungarayai merupakan Kampung pertanian maka sebagaian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, selengkapnya sebagai berikut :

TABEL 3

PEKERJAAN 

Petani Peternak Pedagang Usaha Kecil PNS Buruh
793 183 160 21 26 38

Penggunaan Tanah di Kampung Bungaraya sebagaian besar diperuntukkan untuk tanah pertanian sawah, perkebunan karet dan sawit, sedangkan sisanya untuk Tanah Kering yang merupakan bangunan dan fasilitas – fasilitas lainnya.

Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh penduduk Kampung Bungaraya Kecamatan Bungaraya adalah sebagai berikut :

TABEL 4

KEPEMILIKAN TERNAK

Ayam/Itik Kambing Sapi Kerbau Lain-lain
1638 397 40 536

Kondisi sarana dan prasarana umum Kampung Bungaraya secara garis besar adalah sebagai berikut :

TABEL 5

SARANA DAN PRASARANA KAMPUNG

NO SARANA/PRASARANA JUMLAH/VOLUME KETERANGAN
1 Balai Kampung/Kantor Kampung 1 Unit  
2 Polindes 1 Unit  
3 Masjid 1 Unit  
4 Mushola 1 Unit  
5 SD Negeri 009 1 Unit  
6 Gedung PAUD 1 Unit  
7 Mesin Perontok Padi 1 Unit  
8 Tempat Pemakaman Umum 1 Unit  
9 Sungai Air Pasang Surut 41.5 Ha  
10 Jalan Tanah 5 KM  
11 Jalan Poros 7.000 M  
12 Jalan Rabat Beton 1.600 M  
13 Jembatan Beton 1 Unit  
14 Sumur Gali 150 Unit  
15 Mesin Handtraktor 2 Unit  
16 Mesin Perontok Jagung 1 Unit  
17 Rumah Dinas Sekolah 7 Unit  

Keadaan Ekonomi

Kondisi ekonomi masyarakat Kampung Bungaraya secara kasat mata terlihat jelas perbedaannya antara Rumah Tangga yang berkategori kurang mampu, sedang, mampu. Hal ini disebabkan karena mata pencahariannya disektor – sektor usaha yang berbeda – beda pula, sebagaian besar disektor non formal seperti petani, pedagang, buruh tani, dan di sektor formal seperti PNS Pemda, Honorer, Guru, dan Tenaga Medis.

2.2       KONDISI PEMERINTAH KAMPUNG

2.2.1.   Pembagian Wilayah Kampung

Pembagian wilayah Kampung Bungaraya dibagi menjadi 3 (tiga) dusun, yaitu Dusun 1 (satu)/ Endangdarma, Dusun II (dua)/ Sidomulyo, dan Dusun III (tiga)/ Tanijaya. Dimana setiap dusun ada yang mempunyai wilayah pertanian dan perkebunan, sementara pusat Kampung berada di Dusun I, dan setiap dusun dipimpin oleh seorang Kepala Dusun (kadus).