Kampung Jaya Pura

 P R O F I L   K A M P U N G

sugeng jayapura

 2.1. KONDISI KAMPUNG

2.1.1. Sejarah Kampung

Kampung Jayapura sebelumnya adalah pembinaan Transmigrasi umum mulai tahun 1980 yang dikenal dengan paket c (unit III) Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. Pada tahun 1980 warga didatangkan dari pulau Jawa yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian kecil warga lokal dan tempatan. Pada tanggal 02 bulan Februari tahun 1980 pertama masuk warga dari Jawa Barat (Karawang) sebanyak 50 Kepala Keluarga, pada tahun 1981 menyusul warga dari Jawa Tengah sebanyak 200 Kepala Keluarga dan terakhir pada tahun 1982 menyusul warga Jawa Timur sebanyak 100 Kepala keluarga dalam satu unit (Desa).

Pada saat itu tahun 1980 sampai akhir 1982 warga trans dibina oleh kepala unit pemukiman transmigrasi (KUPT) yaitu Bapak DARMOKO, pada tahun 1983 sampai tahun 1987 warga trans dibina oleh KUPT Bapak BAMBANG MUJASDI, Pada waktu pembinaan KUPT Bapak BAMBANG MUJASDI, diawal tahun 1983 langsung dibentuk pemilihan kepala desa untuk masa jabatan 1983-1991 yang diikuti oleh 9 calon Kepala Desa diantaranya adalah :

  1. Bapak EDI HALIM Bapak KARTO SUMEDI
  2. Bapak SUWARNO Bapak MAHMUD T
  3. Bapak ROMDONI Bapak MUKALI
  4. Bapak IRDAN IRIADI Bapak KASAH
  5. Bapak SALAM DIRJO SUMARTO

Yang akhirnya terpilih Bapak ROMDONI sebagai Kepala Desa yang pertama dan pada tahun yang sama diadakan musyawarah untuk pemberian nama desa. Maka disepakati nama Desa ekstransmigrasi itu dengan nama “DESA JAYAPURA” yang mempunyai arti JAYA artinya KUAT dan PURA kepanjangan dari Punya Rakyat, pada tahun 1987 KUPT Bapak BAMBANG MUJASDI berakhir masa tugasnya dan dipindah kedaerah lain. Selanjutnya pemerintahan dilanjutkan oleh Kepala Desa Jayapura yaitu Bapak ROMDONI hingga tahun 1991.

Pada tahun 1991 dilakukan pemilihan Kepala Desa untuk ke dua kalinya untuk masa jabatan 1991-1999 yang diikuti oleh empat pasang calon yaitu :

  1. Bapak MAHMUD .T Bapak ROMDONI
  2. Bapak A. SANDER Bapak KUSLAN

Dan kembali Bapak ROMDONI terpilih sebagai Kepala Desa Jayapura untuk yang kedua kalinya.

Dan ditahun 1999 diadakan Pemilihan Kepala Desa kembali untuk masa jabatan 1999-2004 yang diikuti oleh 4 calon yaitu :

  1. Bapak PUNGUT .SH Bapak YASIN
  2. Bapak MUKALI Bapak DARTO

dalam pemilihan ditahun 1999 dimenangkan oleh Bapak PUNGUT, SH dimasa pemerintahan Bapak Pungut SH desa Jayapura dimekarkan menjadi 3 desa pada tahun 2000 karena mengikuti syarat sebuah Kabupaten yang pada saat itu Siak menjadi Kabupaten sendiri setelah mekar dari kabupaten induk  yaitu Kabupaten Bengkalis antara lain :

  1. Desa induk Desa Jayapura dengan Kepala Desa Bapak Pungut. SH
  2. Desa Buantan Lestari Kades R. ERMANSAH (PJS) MUKALI (Defenitif)
  3. Desa Tuah Indrapura Kades MUKMIN (PJS) DARTO (Defenitif)

Dan ditahun 2004 diadakan pemilihan Kepala Desa Jayapura untuk yang keempat dan diikuti oleh 7 calon yaitu :

  1. Bapak PUNGUT Bapak PONISAH
  2. Bapak WAWAN CARIWAN Bapak WARKA
  3. Bapak YASIN Bapak RIYANTO
  4. Bapak SUPRIYANTO

Dalam Pemilihan Kepala Desa Jayapura yang keempat ini dimenangkan oleh Bapak Yasin untuk masa jabatan 2004-2009, dan ditahun 2009 dilakukan pemilihan Kepala Desa Jayapura yang kelima yang diikuti oleh 3 calon yaitu :

  1. Bapak YASIN
  2. Bapak SURYA DHARMA
  3. Bapak SISWANTO

Dan Bapak YASIN terpilih untuk kedua kalinya dimasa jabatan 2009-2015.

Pada masa pemerintahan Bapak YASIN (Tahun 2015) dilahirkan Perda No.01 Tahun 2015 Tentang Perubahan Nama Desa menjadi Kampung dan Kepala Desa menjadi Penghulu.

Dan ditahun 2015 diadakan pemilihan Penghulu Kampung Jayapura yang Ke Enam dan diikuti oleh 4 calon yaitu :

  1. Bapak SUGENG
  2. Bapak WAWAN CARIWAN
  3. Bapak SURYA DHARMA
  4. Bapak SUPRIYADI

Dalam pemilihan Penghulu Kampung Jayapura yang kelima ini dimenangkan oleh Bapak SUGENG untuk masa jabatan 2015-2021.

jayapura

TABEL I

SEJARAH PERKEMBANGAN KAMPUNG

 

TAHUN KEJADIAN YANG BAIK KEJADIAN YANG BURUK
1980 s/d 1983 Desa Jayapura diisi oleh warga Transmigran umum yang ditanggung oleh Pemerintah mulai dari tempat tinggal, peralatan pertanian, sampai kebutuhan pangan/ sembako yang diberikan setiap bulan Tahun 1982 terjadi pembobolan Gudang Sembako oleh Warga dan diselesaikan oleh pihak yang berwajib, sebagian warga Trans memilih kembali kekampung halaman
1984 s/d 1985 Jatah sembako sudah tidak lagi diberikan Masyarakat banyak bekerja kedaerah bakal perkebunan di Kecamatan Dayun
1986 s/d 1994 Warga Usia Kerja banyak yang bekerja di Perusahaan Kayu (Plywood) Banyaknya Lahan Tidur
1995 s/d 2004 Pembangunan mulai menggeliat dengan adanya otonomi daerah, hasil pertanian mulai meningkat Adanya hama Tikus dan Walang Sangit
2004 s/d Sekarang Kemajuan Ekonomi mulai tampak dan pembangunan mulai merata Mulai alih Fungsi Lahan

 

2.1.2. Demografi

Kampung Jayapura terletak di dalam wilayah Kecamatan Bungaraya Kabupaten siak Propinsi Riau yang berbatasan dengan :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kampung Bungaraya Kecamatan Bungaraya
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kampung Suak Merambai Kecamatan Bungaraya
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kampung Buantan Besar Kecamatan Siak Kabupaten Siak
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Buantan Lestari Kecamatan Bungaraya

Luas wilayah Kampung Jayapura adalah 912,5 Ha dimana Geografi berupa daratan yang selain untuk perumahan juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lahan Persawahan Tadah Hujan,Perkebunan Palawija, Kebun Karet dan Kebun Sawit. sebagaimana Kampung-Kampung lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam pada lahan pertanian yang ada di Kampung Jayapura Kecamatan Bungaraya.

2.1.3. Keadaan Sosial

Penduduk Kampung Jayapura berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda, dimana mayoritas penduduknya didominasi oleh warga Eks Transmigrasi dari Pulau Jawa, sehingga tradisi-tradisi musyawarah untuk mufakat, gotong royong dan kearifan lokal yang lain sudah dilakukan oleh masyarakat sejak adanya Kampung Jayapura dan hal tersebut secara efektif dapat menghindarkan adanya benturan-benturan antar kelompok masyarakat. Kampung Jayapura mempunyai jumlah penduduk 3576 jiwa, yang terdiri dari laki-laki : 1865 jiwa, perempuan 1711 orang dan 1022 KK, yang terbagi dalam 3 ( Tiga ) wilayah dusun, dengan rincian sebagai berikut  :

 

TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK

Jenis Kelamin Dusun I Dusun II Dusun III
Laki-laki 805 Orang 691 Orang 319 Orang
Perempuan 796 Orang 675 Orang 290 Orang
Total 1601 Orang 1366 Orang 609 Orang

 

Tingkat Pendidikan Masyarakat Kampung Jayapura sebagai berikut :

TABEl 3

TINGKAT PENDIDIKAN

Jenis Kelamin Pra Sekolah SD SMP SMA Sarjana
Laki-laki 275 Orang 581 Orang 307 Orang 191 Orang 22 Orang
Perempuan 232 Orang 541 Orang 272 Orang 164 Orang 21 Orang
Total 507 Orang 1122 Orang 589 Orang 355 Orang 43 Orang

 

Karena Kampung Jayapura merupakan Kampung pertanian maka sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, selengkapnya sebagai berikut :

TABEL 4

PEKERJAAN

Petani Nelayan Pedagang  /Swasta Buruh PNS Pegawai Swasta
1919 Orang 263 Orang 193 Orang 35 Orang 263

 

Penggunaan Tanah di Kampung Jayapura sebagian besar diperuntukkan untuk tanah pertanian sawah dan perkebunan Karet dan Kelapa Sawit, sedangkan sisanya untuk Tanah Kering yang merupakan bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya. Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh penduduk Kampung Jayapura Kecamatan Bungaraya adalah sebagai berikut :

TABEL 5

KEPEMILIKAN TERNAK

Ayam/Itik Kambing Sapi Kerbau Lain-lain
593 75 125

Kondisi sarana dan prasarana umum Kampung Jayapura secara garis besar adalah sebagai

berikut :

TABEL 6

SARANA DAN PRASARANA KAMPUNG

NO SARANA/PRASARANA JUMLAH/VOLUME KETERANGAN
1 Gedung Pertemuan 1 Unit Layak pakai
2 Kantor Kampung 1 Unit Layak pakai
3 Puskesmas Pembantu 1 Unit Layak pakai
4 Masjid 2 Unit Layak pakai
5 Musalla 12 Unit Layak pakai
6 Pos Kamling 3 Unit Layak pakai
7 Taman Kanak-Kanak 2 Unit Layak pakai
8 Pos Polisi    1 Unit Layak pakai
9 SD Negeri 2 Unit Layak pakai
10 SMP/Mts Swasta 1 Unit Layak pakai
11 Pasar Kampung     1 Unit Layak pakai
12 Madrasah Diniyah Awaliyah     3 Unit Layak pakai
13 Mesin Penggiling Padi     2 Unit Layak pakai
14 Lapangan Bola Kaki    2 Unit Layak pakai
15 Tempat Peamakaman Umum    1 Unit Layak pakai
16 Poskesdes / Posyandu               3 Unit Layak pakai
17 Pemancar HP               1 Unit Layak pakai
18 Irigasi  
19 Jalan Tanah 18755 Meter Layak pakai
20 Mesin Perontok Padi 15 Unit Layak pakai
21 Jalan Poros (Hot Mix)    3 Km Layak pakai
22 Jembatan Beton 4 Unit Layak pakai
23 Kantor BRI 1 Unit Layak pakai
24 Motor Dinas Penghulu 3 Unit Layak pakai
25 Rumah Dinas Sekolah 10 Unit Layak pakai
26 BUM Des 1 Unit Layak pakai
27 SPBU 1 Unit Layak pakai

 

2.1.4. Keadaan Ekonomi

Kondisi ekonomi masyarakat Kampung Jayapura secara kasat mata terlihat jelas perbedaannya antara Rumah Tangga  yang berkategori Miskin, sangat miskin, sedang dan Kaya. Hal ini disebabkan karena mata Pencaharian disektor- sektor yang berbeda.sebagian besar berada disektor Non-Formal seperti Buruh Bangunan, Buruh Tani, Petani Sawah Tadah Hujan, Pekebun Karet dan Sawit bermata pencaharian tidak tetap, sebagian pedagang, buruh harian, motong kebun karet dan sawit, dan sebagian kecil berada di sektor  Formal seperti Pegawai Negeri Sipil Pemda, Honorer, Guru, Tenaga Medis, TNI/Polri dan lain-lain.